Categories
Uncategorized

Resep Coto Makassar dan Buras : Kuliner Khas Makassar

Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi. Kota ini termasuk salah satu kota yang multi etnik dan multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya. Keberagaman inilah yang menghadirkan berbagai kuliner yang memiliki rasa khas yang lezat dan nikmat. Untuk dapat mencicipi kuliner khas kota Makassar, kalian gak perlu jauh – jauh pergi kesana. Kalian bisa kok membuat sajian lezat ini dirumah dengan resep coto dan buras Makassar yang merupakan makanan khas kota Makassar.

Coto Makassar

Dengan tampilan yang mirip dengan soto, Coto ini merupakan makanan yang cukup legendaris khas Indonesia. Kuliner yang sudah ada sejak kerajaan Gowa abad ke – 16 ini, nyatanya masih tetap eksis hingga saat ini. Dengan menggunakan berbagai rempah – rempah, coto ini menghasilkan rasa yang enak dan lezat. Ditambah dengan aromanya yang akan membuat kalian tergoda untuk mencicipinya.

Bahan – Bahan :

  • 1 kg daging sapi, cuci bersih
  • 5 batang serai, memarkan
  • 2 liter air cucian beras putih
  • 5 lmbr daun salam
  • 3 sdm minyak goreng
  • 250 gr kacang tanah, goreng dan tumbuk halus
  • 5 cm jahe, memarkan
  • 1 ruas lengkuas, memarkan

Bumbu Halus :

  • 10 siung bawang putih
  • 8 butir kemiri sangria
  • 1 sdm ketumbar sangria
  • 1 sdt jinten sangria
  • 1 sdt merica butiran
  • 1 sdt garam
  • Bahan Pelengkap :
  • Bawang merah goreng
  • Seledri scukupnya, iris
  • Daun bawang secukupnya, iris

Cara Membuat :

  1. Rebus daging sapi dengan menggunakan air cucian beras bersama dengan lengkuas, jahe, daun salam, dan serai. Rebus hingga daging empuk, tiriskan.
  2. Potong dadu daging yang telah direbus, sisihkan. Sisihkan juga air rebusan daging tadi sebagai kaldu.
  3. Blender semua bumbu halus dan tumis dengan api sedang hingga matang dan mengeluarkan aroma harum.
  4. Setelah bumbu matang, matikan kompor dan masukan tumisan bumbu tersebut kedalam air rebusan daging atau kaldu dan panaskan kembali.
  5. Masukan kacang tanah yang telah ditumbuk, aduk rata dan masak hingga mendidih. Koreksi rasa, jika dirasa sudah pas, matikan kompor.

Saran Penyajian :

  1. Masukan irisan daun bawang dan seledri yang telah diiris kedalam mangkuk.
  2. Tambahkan potongan daging dan tuang kaldu kedalam mangkuk tersebut, lalu beri taburan bawang goreng. Sebagai tambahan, kalian bisa tambahkan kecap dan air perasan jeruk nipis. Santap coto Makassar selagi hangat.

Tips :

  • Agar daging cepat empuk, masak daging menggunakan presto.
  • Apabila ingin menggunakan jeroan sebagai isian coto, rebus jeroan menggunakan air biasa, kemudian baru gunakan air cucian beras.

Buras

Bisa dibilang buras ini lontongnya Makassar. Makanan yang dibungkus dengan daun pisang ini memang terlihat seperti lontong, akan tetapi buras ini memiliki rasa enak dan gurih serta aroma khas karena memasaknya disertakan dengan santan dan berbagai bumbu lainnya. Buras ini sangat cocok loh untuk disajikan bersama dengan coto.

Bahan – Bahan :

  • 500 gr beras, cuci bersih
  • 1 ltr santan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 pelapah daun pisang yang bagus, bersihkan
  • 2 sdt garam
  • Talli raffia, potong kecil

Cara Membuat :

  1. Siapkan bahan pembungkus buras, yaitu dengan melayukan daun pisang dengan memanaskannya dengan api kecil dan belah daun pisang untuk membungkus. Siapkan juga tali rafiah kecil sebagai pengikatnya.
  2. Rebus santan bersama daun salam, dan garam. Aduk hingga mendidih.
  3. Masukan beras dan aduk hingga santan terserap dengan beras dan beras menjadi setengah matang. Matikan api dan biarkan disuhu ruang hingga tidak terlalu panas lagi untuk dibungkus.
  4. Bungkus buras dengan daun pisang yang tadi dilayukan sebanyak 3 sendok makan, lalu ikat dengan tali rafiah. Lakukan hingga buras habis.
  5. Didihkan air dalam panci, lalu rebus buras yang tadi dibungkus selama 3 – 4 jam.
  6. Setelah matang, biarkan disuhu ruang hingga tidak panas lagi dan sajikan.

Saran Penyajian : Potong buras dan masukan kedalam coto Makassar, sajikan.